Translate this page from Indonesian
to the following language!


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Share and Get Everything

7.06.2009

Larangan Berhubungan dengan Jin

. 7.06.2009
0 comments

dakwatuna.com - Jin adalah salah satu makhluk ghaib yang telah diciptakan Allah swt untuk beribadah kepada-Nya.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz-dzariyat: 56).

Sebagaimana malaikat, kita tidak dapat mengetahui informasi tentang jin serta alam ghaib lainnya kecuali melalui khabar shadiq (riwayat & informasi yang shahih) dari Rasulullah saw baik melalui Al-Quran maupun Hadits beliau yang shahih. Alasan nya adalah karena kita tidak dapat berhubungan secara fisik dengan alam ghaib dengan hubungan yang melahirkan informasi yang meyakinkan atau pasti.

Katakanlah: “tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila (kapan) mereka akan dibangkitkan. (An-Naml: 65)

Dia adalah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. (Al-Jin: 26-28).

Manusia diperintahkan oleh Allah swt untuk melakukan muamalah (pergaulan) dengan sesama manusia, karena tujuan hubungan sosial adalah untuk melahirkan ketenangan hati, kerja sama yang baik, saling percaya, saling menyayangi dan saling memberi. Semua itu dapat berlangsung dan terwujud dengan baik, karena seorang manusia dapat mendengarkan pembicaraan saudaranya, dapat melihat sosok tubuhnya, berjabatan tangan dengannya, melihatnya gembira sehingga dapat merasakan kegembiraan nya, dan melihatnya bersedih sehingga bisa merasakan kesedihannya.

Allah swt mengetahui fitrah manusia yang cenderung dan merasa tenteram bila bergaul dengan sesama manusia, oleh karena itu, Dia tidak pernah menganjurkan manusia untuk menjalin hubungan dengan makhluk ghaib yang asing bagi manusia. Bahkan Allah swt tidak memerintahkan kita untuk berkomunikasi dengan malaikat sekalipun, padahal semua malaikat adalah makhluk Allah yang taat kepada-Nya Para nabi dan rasul alahimussalam pun hanya berhubungan dengan malaikat karena perintah Allah swt dalam rangka menerima wahyu, dan amat berat bagi mereka jika malaikat menampakkan wujudnya yang asli di hadapan mereka. Oleh karena itu tidak jarang para malaikat menemui Rasulullah saw dalam wujud manusia sempurna agar lebih mudah bagi Rasulullah saw untuk menerima wahyu.

Tentang ketenteraman hati manusia berhubungan dengan sesama manusia Allah swt berfirman:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Rum: 21).

Makna “dari jenismu sendiri’ adalah dari sesama manusia, bukan jin atau malaikat, atau makhluk lain yang bukan manusia. Karena hubungan dengan makhluk lain, apalagi dalam bentuk pernikahan, tidak akan melahirkan ketenteraman, padahal ketenteraman adalah tujuan utama menjalin hubungan.

Beberapa Informasi tentang Jin dari Al-Quran & Hadits

a. Jin diciptakan dari api dan diciptakan sebelum manusia

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya dari api yang sangat panas. (Al-Hijr: 26-27).

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ. رواه مسلم

Malaikat telah diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari tanah (yang telah dijelaskan kepada kalian). (Muslim)

Perbedaan asal penciptaan ini menyebabkan manusia tidak dapat berhubungan dengan jin, sebagaimana manusia tidak bisa berhubungan dengan malaikat kecuali jika jin atau malaikat menghendakinya. Apabila manusia meminta jin agar bersedia berhubungan dengannya, maka pasti jin tersebut akan mengajukan syarat-syarat tertentu yang berpotensi menyesatkan manusia dari jalan Allah swt.



b. Jin adalah makhluk yang berkembang biak dan berketurunan

Dan (Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zhalim. (Al-Kahfi: 50).

Al-Quran juga menyebutkan bahwa di antara bangsa jin ada kaum laki-laki nya (rijal) sehingga para ulama menyimpulkan berarti ada kaum perempuannya (karena tidak dapat dikatakan laki-laki kalau tidak ada perempuan). Dengan demikian berarti mereka berkembang biak.

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).

c. Jin dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat jin

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman (Al-A’raf: 27).

Hal ini membuat kita tidak dapat berhubungan dengan mereka secara wajar sebagaimana hubungan sesama manusia. Kalau pun terjadi hubungan, maka kita berada pada posisi yang lemah, karena kita tidak dapat melihat mereka dan mereka bisa melihat kita.

d. Bahwa di antara bangsa jin ada yang beriman dan ada pula yang kafir, karena mereka diberikan iradah (kehendak) dan hak memilih seperti manusia.

Dan sesungguhnya di antara kami ada jin yang taat dan ada (pula) jin yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun jin yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahanam. (Al-Jin (72): 14-15).

Meskipun ada yang muslim, tapi karena jin makhluk ghaib, maka tidak mungkin muncul ketenteraman hati dan kepercayaan penuh bagi kita terhadap keislaman mereka, apakah benar jin yang mengaku muslim jujur dengan pengakuannya atau dusta?! Kalau benar, apakah mereka muslim yang baik atau bukan?! Bahkan kita harus waspada dengan tipu daya mereka.

Berhubungan dengan jin adalah salah satu pintu kerusakan dan berpotensi mendatangkan bahaya besar bagi pelakunya. Potensi bahaya ini dapat kita pahami dari hadits Qudsi di mana Rasulullah saw menyampaikan pesan Allah swt:

وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ، وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ، وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ، وَأَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوا بِي مَا لَمْ أُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانًا. رواه مسلم

Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku semua dalam keadaan hanif (lurus), dan sungguh mereka lalu didatangi oleh setan-setan yang menjauhkan mereka dari agama mereka, mengharamkan apa yang telah Aku halalkan, dan memerintahkan mereka untuk menyekutukan-Ku dengan hal-hal yang tidak pernah Aku wahyukan kepada mereka sedikit pun. (Muslim)

Dalil lain tentang larangan berhubungan dengan jin adalah:

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).

Imam At-Thabari dalam tafsirnya menyebutkan: “Ada penduduk kampung dari bangsa Arab yang menuruni lembah dan menambah dosa mereka dengan meminta perlindungan kepada jin penghuni lembah tersebut, lalu jin itu bertambah berani mengganggu mereka.

Tujuan seorang muslim melakukan hubungan sosial adalah dalam rangka beribadah kepada Allah swt dan berusaha meningkatkannya atau untuk menghindarkan dirinya dari segala hal yang dapat merusak ibadahnya kepada Allah. Melakukan hubungan dengan jin berpotensi merusak penghambaan kita kepada Allah yaitu terjatuh kepada perbuatan syirik seperti yang dijelaskan oleh ayat tersebut. Ketidakmampuan kita melihat mereka dan kemampuan mereka melihat kita berpotensi menjadikan kita berada pada posisi yang lebih lemah, sehingga jin yang kafir atau pendosa sangat mungkin memperdaya kita agar bermaksiat kepada Allah swt.

Bagaimana berhubungan dengan jin yang mengaku muslim? Kita tetap tidak dapat memastikan kebenaran pengakuannya karena kita tidak dapat melihat apalagi menyelidiki nya. Bila jin tersebut muslim sekalipun, bukan menjadi jaminan bahwa ia adalah jin muslim yang baik dan taat kepada Allah.

Di samping itu, tidak ada manusia yang dapat menundukkan jin sepenuhnya (taat sepenuhnya tanpa syarat) selain Nabi Sulaiman as dengan doanya:

Sulaiman berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi”. (Shad (38): 35).

Maka berhubungan dengan jin tidak mungkin dilakukan kecuali apabila jin itu menghendakinya, dan sering kali ia baru bersedia apabila manusia memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat ini dapat dipastikan secara bertahap akan menggiring manusia jatuh kepada kemaksiatan, bahkan mungkin kemusyrikan dan kekufuran yang mengeluarkannya dari ajaran Islam. Na’udzu billah.

Wallahu a’lam.



Klik disini untuk melanjutkan »»

Give Thank to Allah' by Michael Jackson

.
0 comments

Give Thank to Allah‘ by Michael Jackson.

Give thanks to Allah,
for the moon and the stars
prays in all day full,
what is and what was
take hold of your iman
dont givin to shaitan
oh you who believe please give thanks to Allah..

Allahu Ghafur Allahu Rahim Allahu yuhibul al Mohsinin,
huwa Khalikhun huwa Razikhun wahuha ala kulli shaiin khadir

Allah is Ghafur Allah is Rahim Allah is the one who loves the Muhsinin,
he is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all.

Give thanks to Allah,
for the moon and the stars
prays in all day full,
what is and what was
take hold of your iman
dont givin to shaitan
oh you who believe please give thanks to Allah.

Allahu Ghafur Allahu Rahim Allahu yuhibul al Mohsinin,
huwa Khalikhun huwa Razikhun wahuha ala kulli shaiin khadir

Allah is Ghafur Allah is Rahim Allah is the one who loves the Muhsinin,
he is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all.


Give Thank to Allah' by Michael Jackson

Download Disini





Klik disini untuk melanjutkan »»

KESURUPAN JIN DAN TERAPINYA

.
0 comments

Dalil-dalil Yang Menetapkan Eksistensi Kesurupan Dan Masuknya Jin Ke Dalam
Tubuh Manusia.

* Allah Ta'ala berfirman, "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak
dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan
lantaran (tekanan) penyakit gila." (Al-Baqarah: 275). Al-Imam al-Qurtubi
rahimahullah berkata, "Di dalam ayat ini terdapat dalil atas batalnya hujjah
orang yang mengingkari kesurupan (kemasukan jin), dan menganggap bahwa hal
tersebut merupakan bagian dari pembawaan lahir dan sesungguhnya setan tidak
berjalan pada diri manusia dan tidak pula masuk ke dalamnya." (lihat: Tafsir
al-Qurtubi, 30/230)

* Dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan at-Thabrani dari hadits Ummu
Abban binti al-Wazi' dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya ia pernah pergi
ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan membawa anaknya yang
kesurupan, maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Dekatkan ia
kepadaku dan hadapkan punggungnya di depanku," maka Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam membuka pakainnya dari atas sampai bawah lalu memukul
punggungnya seraya berkata, 'Keluarlah wahai musuh Allah !,' kemudian ia pun
kembali melihat dengan pandangan yang benar (sembuh)."

* Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Shafiyyah binti Huyay
radhiallahu 'anha, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya setan mengalir di dalam tubuh anak cucu Adam melalui pembuluh
darah."

Sebab-sebab Kesurupan (Kerasukan Jin)

Berikut ini adalah ringkasan dari sebab-sebab masuknya jin pada tubuh
manusia (lihat: wiqayatu al-Insani min al-Jinni wa asy-Syaitani, Karya:
Syaikh Wahid Abdus Salam Bali):

* Karena kecintaan jin yang sangat besar kepada manusia tersebut.

* Karena kezhaliman manusia terhadap jin, seperti menyiramkan air panas
kepadanya, menindihi jin dari tempat yang tinggi atau dengan kencing di
lubang atau selainnya.

* Karena kezhaliman jin terhadap manusia seperti merasukinya tanpa
sebab, sedangkan dia tidak rela de-ngan hal itu.

Cara Mencegah Dari Kesurupan Jin Sebelum Terjadi.

* Membiasakan untuk berdzikir kepada Allah Ta'ala secara terus-menerus
dan mendekatkan diri kepadaNya dengan menjalankan ketaatan-ketaatan, karena
sesungguhnya ketika manusia semakin dekat dengan Allah Ta'ala, setan pun
akan semakin jauh dari manusia.

* Membaca bismillah ketika mengerjakan sesuatu, khususnya pada kondisi
berikut:

o a. Ketika meloncat dari tempat yang tinggi.

o b. Ketika melempar sesuatu ke tanah/ bumi seperti menyiramkan
air panas atau melempar sesuatu yang berat.

o c. Ketika melewati tempat-tempat yang dilalui oleh binatang liar
atau tempat-tempat yang gelap atau tempat-tempat sepi.

* 3. Berdzikir kepada Allah Ta'ala dengan dzikir-dzikir yang terbatas
dengan waktu, seperti dzikir pagi petang, ketika hendak makan dan yang
lainnya.

* 4. Tidak membunuh ular-ular yang berada di dalam rumah kecuali setelah
memohon dengan nama Allah Ta'ala agar dia mau keluar.

* 5. Tidak mendengarkan lagu dan musik.

* 6. Tidak melihat wanita-wanita (bukam mahram) dan seluruh yang
diharamkan Allah Ta'ala dan tidak berdua-duaan dengan mereka (khalwat)
karena wanita-wanita merupakan perangkap dan pancingan setan.

* 7. Bersungguh-sungguh dalam menjaga shalat berjama'ah.

* 8. Larangan tinggal di tempat-tempat reruntuhan bangunan, kamar mandi,
kuburan-kuburan dan tempat-tempat kosong/ sepi dan larangan untuk shalat di
kandang unta serta larangan shalat ketika terbit atau terbenamnya matahari.

* 9. Membiasakan berjama'ah dan tidak menyendiri seperti ketika
bepergian atau masuk ke padang sahara atau tanah yang lapang, maka jika
terpaksa hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah Ta'ala dan memohon
perlindungan kepadaNya.

* 10. Larangan kencing di lubang atau larangan bersuci dengan
menggunakan tulang atau kotoran binatang.

* 11. Dianjurkan berwudhu sebelum tidur dan membaca dzikir sebelum tidur
serta meminta perlindungan kepada Allah Ta'ala.

* 12. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat karena hal tersebut dapat
menjauhkan seseorang dari Allah Ta'ala dan mendekatkan dirinya kepada setan.

Terapi Atau Pengobatan Terhadap Orang-orang Yang Kesurupan.

* Tahap Pertama: Tahap Terapi/ Pengobatan.

Hendaklah meletakkan tanganmu di atas kepala pasien dan membacakan
dengan tartil ayat-ayat (al-Qur'an) yang dapat mengusir setan, seperti
membaca al-Fatihah; ayat Kursi; tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah;
al-Mu'awidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas); al-Ikhlas; dan semua
surat-surat dan ayat-ayat yang memiliki keutamaan "dapat mengusir setan".

* Tahap keDua: Tahap pasca terapi/ Pengobatan.

Tahapan ini adalah tahapan yang berat karena dalam tahap ini
memungkinkan jin untuk kembali lagi ke dalam tubuh pasien, oleh karena itu
wajib atasnya hal-hal berikut :

o Menjaga shalat berjamaah.





o Berdzikir kepada Allah Ta'ala dalam setiap waktu, khususnya pada
waktu-waktu tertentu (yang disunnahkan).

o Hendaklah pasien tersebut kembali kepadamu, agar kamu membacakan
kepadanya (meruqyah) setelah beberapa saat, atau dengan memberikan air yang
dibacakan ayat-ayat yang dapat mengusir setan, kemudian sebagian dia minum
dan sebagiannya ia gunakan untuk mandi.

o 4. Membaca bismillah ketika hendak melakukan sesuatu.

o 5. Mendengar dan menyimak ayat al-Qur'an dan membacanya.

Peringatan-peringatan Bagi Penerapi

o Jin terkadang datang berteriak-teriak, memanggil-manggil,
menakut-nakuti dan mengancam, maka janganlah kamu takut kepadanya, akan
tetapi pukullah dia dan beri pelajaran kepadanya (dengan menghukumnya), maka
niscaya dia akan menjadi tenang dengan izin Allah Ta'ala dan bacakanlah pula
kepadanya firman Allah Ta'ala, "Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah."

o Jin terkadang mencaci maki atau menghinamu, maka janganlah kamu
marah.

o Jin terkadang berkata kepadamu, "Kamu adalah seorang lelaki yang
shalih dan aku akan keluar karena kemuliaanmu," maka katakan kepadanya,
"Saya adalah hamba Allah Ta'ala yang lemah dan keluarlah kamu semata-mata
karena ketaatanmu kepada Allah Ta'ala dan rasulNya shallallahu 'alaihi
wasallam."

o Terkadang kamu akan menemukan jin yang sangat keras kepala, maka
dalam kondisi seperti ini, ambillah setengah gelas air dan dekatkan dari
mulutmu, lalu tiupkan padanya (gelas tersebut) setelah membaca ayat-ayat
ruqyah, lalu minumkan padanya (pasien tersebut), maka jin tersebut akan
merasa ketakutan dan mematuhimu, serta akan keluar dengan izin Allah Ta'ala.
Jika dia belum keluar, maka teruslah kamu membacakannya, walaupun setelah
selang beberapa saat sampai dia keluar dengan izin Allah Ta'ala.

o Hendaklah ruqyah dibaca dengan tartil, Khusyu' dan dengan suara
yang terdengar.

o Jin terkadang meminta syarat-syarat tertentu, maka jika dalam
syarat-syarat tersebut merupakan bentuk ketaatan pada Allah Ta'ala dan
RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam, maka tidak mengapa memenuhi
syarat-syarat tersebut, akan tetapi sampaikan kepadanya bahwa dia
melaksanakan perbuatan ini bukan karena ketaatan kepadanya, akan tetapi
semata-mata hanya menaati Allah Ta'ala. Dan jika jin tersebut menyuruh
kepada maksiat, maka janganlah dituruti permintaannya. Akan tetapi berilah
dia hukuman atas hal itu.

o Jika Allah Ta'ala menjauhkan/ memalingkan jin tersebut dari si
pasien, maka suruhlah dia dan orang yang bersamanya agar mereka sujud kepada
Allah Ta'ala sebagai rasa syukur kepadaNya karena telah menyelamatkan mereka
dari jin yang zhalim ini, begitu juga hendaknya kamu sujud sebagai rasa
syukur kepada Allah Ta'ala atas taufikNya kepadamu dengan menghilangkan
kezhaliman ini.

o Apabila Allah Ta'ala telah menjauhkan/ memalingkan jin melalui
perantara kedua tanganmu, maka janganlah kamu berkata, "Aku telah
mengeluarkannya (jin tersebut) atau aku telah menjauhkan/ memalingkannya",
akan tetapi katakanlah, "Sesungguhnya Allah Ta'ala lah yang telah
menjauhkan/ memalingkannya, atau Allah Ta'ala lah yang telah
mengeluarkannya." Dan waspadalah kamu dari sifat membanggakan diri (ujub),
sesungguhnya hal itu merupakan jalan /tempat-tempat masuknya setan yang
paling besar.

Oleh : Abu Nabiel
SUMBER: Ash-Shahih al-Burhan Fima Yatrudu asy-Syaithan, Ali bin
Muhammad bin Mahdi al-Qarni




Klik disini untuk melanjutkan »»
 

Recent Comment

Recent Post

Recent Visitor

Dunia IT is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by The Valley of Flowers in India of the Fractal Enlightenment